IndigoNews • Des 17 2025

Sekretaris PUPR menerima Massa Aksi di Ruang Kantor Kepala PUPR.
Mamuju, IndigoNews | Aliansi Mahasiswa Sulawesi Barat (Sulbar) kembali menyoroti dugaan praktik korupsi pada program pembangunan sarana air bersih yang melekat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamuju. Sorotan tersebut disampaikan saat aksi unjuk rasa di Kantor Dinas PUPR Mamuju, Rabu (17/12/2025).
Koordinator Aliansi Mahasiswa Sulbar, Ahyar, mengaku kecewa setelah melakukan pertemuan dengan Sekretaris Dinas PUPR. Ia menduga proyek air bersih tahun anggaran 2022 hingga 2024 yang menelan anggaran miliaran rupiah dikerjakan secara asal-asalan oleh kontraktor pelaksana.
“Kami menduga ada aroma korupsi dalam program ini. Proyek di beberapa desa sampai hari ini tidak mengalirkan air, tetapi pembayarannya sudah dilakukan 100 persen oleh dinas terkait,” ujar Ahyar dalam orasinya.
Menurutnya, pihak mahasiswa bersama warga telah berulang kali mendatangi Kantor PUPR untuk berdialog langsung dengan Kepala Dinas maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Kami sangat kecewa karena Kadis terkesan menghindar dan tidak ingin menemui kami. Kondisi pekerjaan di lapangan tidak mencerminkan asas manfaat bagi masyarakat. Kami menduga ada keterlibatan orang dalam dengan pihak kontraktor,” tegasnya.
Menanggapi tuntutan mahasiswa, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Mamuju, Nurnahida, mengaku belum mengetahui secara detail proyek air bersih yang dipersoalkan karena dirinya baru beberapa bulan menjabat.
“Saya baru menjabat, sehingga belum mengetahui secara detail proyek yang dimaksud. Namun, aspirasi adik-adik mahasiswa sudah kami terima dan akan kami sampaikan kepada Pak Kadis,” kata Nurnahida.
Terkait ketidakhadiran Kepala Dinas PUPR yang ketiga kalinya dalam aksi mahasiswa, Nurnahida menjelaskan bahwa pimpinan dinas sedang memiliki agenda di luar kantor. Ia memastikan akan menjadwalkan audiensi resmi dalam waktu dekat.
“Insyaallah minggu depan kita jadwalkan audiensi agar mahasiswa bisa berdialog langsung dengan Pak Kadis,” tambahnya.
Diketahui, persoalan proyek air bersih ini sebelumnya juga dikeluhkan masyarakat di sejumlah desa, di antaranya Desa Tanete Pao, Desa Patidi, Desa Ahu, dan Desa Saletto. Warga mengungkapkan air hanya mengalir saat proses serah terima pekerjaan (PHO), namun setelah itu tidak lagi mengalir hingga sekarang.
Mamuju, IndigoNews | Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polresta Mamuju bergerak sigap mendatangi tempat ke...
Mamuju, IndigoNews | Tim Unit Reaksi Cepat (URC) bersama Tim Resmob Polresta Mamuju berhasil meringk...
Mamuju, IndigoNews | Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mamuju kembali menunjukkan komitmennya dalam m...
Mamuju, IndigoNews | Personel gabungan piket fungsi Polresta Mamuju yang dipimpin langsung oleh Pama...
Mamuju, IndigoNews | Personel Polsek Tommo Polresta Mamuju respons cepat dalam menangani laporan mas...
Mamuju, IndigoNews | Mantan Ketua DPRD Mamuju, Azwar Anshari, resmi ditahan oleh pihak Kepolisian Da...
Mamuju, IndigoNews | Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka (SDK) menyerahkan rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafo...
Mamuju, IndigoNews | Katinting Race Sulbar seri 5 Mamuju yang digelar di Pantai Arteri Mamuju berakhir pada Minggu, 28 September 2025. Lomba ya...
Mamuju, IndigoNews | Puluhan pemuda yang tergabung dalam Gerakan VENDETTA (Gerakan Intelektual Aktivis Muda Sulawesi Barat) menggelar aksi unjuk...
PASANGKAYU,indigonews | Aliansi Masyarakat dan Petani peduli lingkungan (AMPI) Kecamatan Baras lakukan Aksi Demo di gerbang PT. Palma Sumber Les...
Mamuju, IndigoNews | Insiden tak menyenangkan menimpa seorang wartawan saat menjalankan tugas peliputan di ruang aspirasi DPRD Kabupaten Mamuju....

No comments yet.