IndigoNews • Mei 23 2026

Mamuju Tengah, IndigoNews | Suasana tenang di Desa Salugatta, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah mendadak pecah dan gempar pada Sabtu pagi, (23/5/2026).
Sebuah aksi penganiayaan brutal terjadi sekitar pukul 07.40 WITA, mengakibatkan seorang pria paruh baya meregang nyawa di lokasi kejadian akibat luka parah yang dideritanya.
Korban diidentifikasi berinisial LM, seorang pria berusia 37 tahun yang tercatat sebagai warga Dusun Mandar Baru, Desa Bakka-Bakka, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.
Kejadian tragis yang berlangsung di saat aktivitas masyarakat baru saja dimulai ini langsung memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga sekitar yang berada di lokasi kejadian.
Guna meredam situasi dan mencegah terjadinya eskalasi massa, aparat kepolisian dari Polres Mamuju Tengah bergerak cepat.
Kurang dari beberapa jam setelah menerima laporan dari masyarakat, Tim Resmob bersama jajaran Polsek setempat berhasil mengendus keberadaan terduga pelaku. Dua orang pria yang diduga kuat sebagai pelaku utama aksi penganiayaan tersebut berhasil ditangkap tanpa perlawanan berarti.
Pihak kepolisian merilis identitas kedua pelaku yang berhasil diamankan. Pelaku pertama adalah NY, pria berusia 39 tahun yang merupakan warga Desa Salubarana, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju. Sementara pelaku kedua adalah RK, pria berusia 35 tahun yang berdomisili di Desa Tarailu, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Polres Mamuju Tengah masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap NY dan RK guna menguak kronologi utuh di balik aksi nekat tersebut. Selain mengamankan kedua pelaku, petugas juga telah menyisir tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan sejumlah barang bukti yang diduga kuat digunakan oleh para pelaku saat melancarkan aksi penganiayaan.
Perwakilan pihak kepolisian setempat, IPDA Edward, menegaskan bahwa penanganan kasus ini sedang berjalan secara profesional dan cepat di tingkat penyidikan.
“Untuk motif kejadian, saat ini tim penyidik masih melakukan pendalaman secara intensif. Kedua pelaku beserta barang bukti sudah kami amankan di mapolres untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” ujar IPDA Edward dalam keterangannya kepada awak media.
Mengingat korban berasal dari luar kabupaten, yakni Polewali Mandar, tragedi berdarah ini mendapat atensi serius dari aparat keamanan demi menjaga kondusivitas wilayah.
Mengantisipasi adanya gesekan antar-kelompok, penyebaran isu liar, atau tindakan provokasi yang dapat memperkeruh suasana, pihak kepolisian langsung mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat.
Polres Mamuju Tengah meminta kepada seluruh warga, baik yang berada di wilayah hukum Mamuju Tengah maupun di daerah asal korban di Polewali Mandar, untuk tetap tenang dan menahan diri.
Pewarta IndigoNews : Ogut
Mamuju Tengah, IndigoNews | Personel Polsek Karossa bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkar...
Mamuju Tengah, IndigoNews | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, m...
Mamuju Tengah, IndigoNews| Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat terus mendorong pelaksana...
Mamuju Tengah, IndigoNews| Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan pem...
Mamuju, IndigoNews| Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menyebut ...
Mamuju Tengah, IndigoNews| Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, me...
Polewali Mandar, IndigoNews | Cipayung Plus Polewali Mandar menyoroti serius persoalan limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Progr...
MAMUJU, IndigoNews | Pemprov melalui Dinas Ketahanan Pangan Sulbar terus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kali ini Distapang Sulbar melak...
MAMUJU, IndigoNews| Menyikapi pemberitaan mengenai fasilitas kredit yang diberikan kepada PT Sinar Beru-Beru KC Mamuju, PT Bank Negara Indonesia...
Mamuju, IndigoNews | Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Sulawesi Barat akan terus mendorong inovasi dalam mendukung pelaksanaan ...
Sulbar, IndigoNews | Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Polda Sulbar) menggelar Operasi Keselamatan Marano 2025 yang berlangsung selama 14 hari, ...

No comments yet.