IndigoNews • Mei 09 2026

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), memberikan sambutan saat membuka Pameran Budaya Pancasila 2026 di pelataran Rumah Adat Mamuju, Jumat (8/5/26) malam.
Mamuju, IndigoNews | Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK) resmi membuka pameran budaya pancasila 2026 yang berlangsung dipelataran rumah adat, Mamuju, Jumat malam, (8/5/26).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Barat ini bekerjasama Pemuda Pancasila. Kegiatan ini mengusung tema “Pancasila Dalam Lensa Budaya”.
Tema ini bukan sekadar rumusan hukum atau politik, melainkan merupakan kristalisasi dari nilai-nilai luhur, adat istiadat, kebudayaan, dan pandangan hidup masyarakat Indonesia yang telah ada jauh sebelum negara ini merdeka.
“Pancasila lahir dari akar budaya bangsa yang mampu mempersatukan bangsa yang berbedabeda ini, berbeda akar budaya, pulau, suku dan bahasa,” ujar Suhardi Duka mengawali sambutannya.
Pada kesempatan itu, Suhardi Duka mengungkapkan, memandang Pancasila dalam lensa budaya berarti melihatnya sebagai fondasi kepribadian bangsa yang dinamis, yang menuntun kehidupan sosial masyarakat sesuai dengan akar tradisi luhurnya sendiri.
“Pancasila juga menanamkan harapan akan masa depan bangsa sehingga itu dalam perjalanannya sering diuji dalam berbagai bentuk, baik itu penyelewengan maupun penghianatan. Sejarah ordebaru dikenal dengan hari kesaktian pancasila 1 Oktober yang selalu kita diperingati,” ujarnya.
Oleh karena itu gubernur menekankan, pentingnya selalu menanamkan nilai-nilai pancasila dalam setiap pengambilan keputusan. Baik itu dalam membuat Undang-undang ataupun peraturan disemua jenjang.
“Kita ingin agar pancasila, kita wujudkan dalam bentuk program pembangunan untuk mengsejahterakan seluruh bangsa indonesia,” kata Suhardi Duka.
Selain itu gubernur, Suhardi Duka juga menegaskan bahwa pemahaman terhadap pancasila ini jangan hanya dimaknai sebagai satu kewajiban formal tetapi juga harus dimaknai sebagai suatu proses budaya yang kita tanamkan kepada setiap generasi.
“Saya paham betul bagaimana perjalanan pancasila ditengah bangsa kita. Ideologi kita adalah pancasila dan pancasila yang mempersatukan kita,” katanya.
Meski demikian Gubernur yang juga Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Sulawesi Barat, Suhardi Duka
mengakui kadangkalah sering muncul pertanyaan, siapa yang lebih pancasilais? Apakah pemerintah atau rakyat?
“Kadangkala itu yang menjadi diskusi ditengah publik kita. Olehnya itu tujuan kita bersama sebagai pemerintah, TNI-Polri, swasta dan siapapun kita tentunya ingin supaya pemahaman kita terhadap pancasila ini lebih bermakna didalam tingkahlaku kita sehari hari,” pungkas SDK. (Adv)
Mamuju, IndigoNews | Pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait Rancangan Peraturan Daera...
Jakarta, IndigoNews | Memperingati delapan dekade pengabdian kepada negeri, PT Bank Negara Indonesia...
Jakarta, IndigoNews | Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, bersama para kepala daerah se-Sulawesi ...
Bogor, IndigoNews | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menegaska...
Mamuju, IndigoNews | Tim MF Taekwondo Mamuju sukses menorehkan prestasi gemilang dalam ajang bergeng...
Mamuju, IndigoNews | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menyorot...
JAKARTA, IndigoNews| Gubernur Sulbar Suhardi Duka silaturahmi dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Yunus Nusi bersama Pelatih Timnas U-23 In...
Mamuju , IndigoNews| Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat (Kakanwil Kemenkum Sulbar), Saefur Rochim, mengatakan bahwa pendampi...
Mamuju, IndigoNews| Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka menghadiri lomba perahu katinting yang dilaksanakan Polda Sulbar dalam memperingati ha...
MAMUJU, indigonews | Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel, Kombes Pol. Wahid Kurniawan, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai kasus t...
Mamuju, IndigoNews | Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat melaksanakan koordinasi dengan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, ...

No comments yet.