IndigoNews • Feb 03 2025

Ahmad Barambangi, Kabid Haji Kemenag Sulbar, (F/Humas).
MAMUJU, IndigoNews | Sebanyak 12 orang dinyatakan lolos sebagai Petugas Haji Daerah (PHD) Sulawesi Barat (Sulbar) melalui proses seleksi di Kementerian Agama (Kemenag) Sulbar. Seluruh peserta yang lolos merupakan rekomendasi dari Pj Gubernur Sulbar.
Tahun 2025 ini, sebanyak 33 orang mendaftar sebagai PHD di Sulbar, namun hanya 12 orang yang berhasil lolos, di antaranya 6 orang merupakan pejabat.
“Semua pendaftar petugas haji yang mengikuti tes harus mendapatkan rekomendasi dari gubernur. Bagi yang tidak mendapatkan rekomendasi gubernur, maka tidak bisa ikut tes,” ungkap Kabid Haji Kemenag Sulbar, Ahmad Barambangi, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/2/2025).
Ahmad Barambangi menambahkan bahwa proses seleksi penerimaan petugas haji di Kemenag Sulbar telah sesuai dengan regulasi. Semua peserta mengikuti tes Computer Assisted Test (CAT) secara online, dan hasilnya diumumkan langsung oleh panitia tanpa ada peluang manipulasi nilai.
“Selain lulus tes CAT, peserta juga mengikuti tes wawancara. Nilai dari kedua tes tersebut digabung, lalu dihitung. Peserta dengan nilai tertinggi hingga peringkat ke-12 dinyatakan lulus dan direkomendasikan ke Menteri Agama di Jakarta untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Menteri Agama,” jelasnya.
Sebelumnya, Ahmad Barambangi mengatakan bahwa PHD hanya ditentukan berdasarkan rekomendasi gubernur. Namun, tahun ini, setiap calon PHD yang direkomendasikan tetap harus mengikuti tes.
“Jika tidak lulus tes, maka tidak bisa menjadi PHD. Sebelumnya, siapa pun yang direkomendasikan gubernur langsung menjadi PHD,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kuota PHD merupakan bagian dari kuota haji reguler yang diberikan oleh pemerintah melalui Menteri Agama. Sejak tahun 2019, seleksi PHD dilakukan melalui tes, bukan hanya berdasarkan rekomendasi gubernur.
“Gubernur tidak lagi berwenang menentukan siapa yang menjadi PHD, melainkan hanya dapat merekomendasikan siapa saja yang bisa mengikuti tes PHD,” tuturnya.
Perlu diketahui, PHD yang diberangkatkan tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah. Mereka harus menanggung seluruh biaya haji secara mandiri.
“Biaya yang harus ditanggung oleh PHD untuk tahun ini mencapai Rp100 juta. Sementara itu, jamaah haji reguler mendapatkan subsidi dari pemerintah,” pungkasnya.
Enam pejabat yang lolos sebagai Petugas Haji Daerah (PHD):
1. Ketua DPRD Sulbar, Amalia Fitri Aras
2. Kepala Dinas Pendidikan Sulbar, Mithar
3. M. Jaun
4. Madereski
5. Ketua DPRD Mamuju, Syamsuddin Hatta
6. Sekretaris DPRD Sulbar, Hamsih
Pewarta IndigoNews : Wahyu Ananda
Mamuju, IndigoNews | Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September semestinya tidak berhen...
Mamuju, IndigoNews | Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menyampaikan, Pencegahan intoleran...
Mamuju, IndigoNews | Personel Unit Resmob Satreskrim Polresta Mamuju bergerak cepat mengamankan seor...
Mamuju, IndigoNews |Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi...
Mamuju, IndigoNews| Bidang Advokasi dan Hukum DPD JMSI Sulbar, Ahmad Udin, S.H. menyatakan kecaman k...
Mamuju, IndigoNews | Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Barat (S...
MAMUJU, IndigoNews | Pelajar Menggelar Aksi unjuk rasa, mereka tergabung dalam Aliansi Pelajar Liutang Desa Karampuang yang terlaksana di dermag...
JAKARTA, IndigoNews | Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Indonesia melaporkan kasus teror dan ancaman kekerasan simbolis terhadap jurnalis Tempo ...
Mamuju, IndigoNews | Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Sulawesi Barat, Bau Akram Dai, m...
Mamuju, IndigoNews | Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, Wisnu Hasta Praja,...
MAMUJU, IndigoNews | Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mamuju, Ado Mas’ud dan Damris, resmi mengajukan permohonan Perselisihan Hasil ...

No comments yet.