IndigoNews • Jun 25 2026

Mamuju, IndigoNews | Badan Gizi Nasional (BGN) resmi digugat oleh pemilik dua dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), yakni SPPG Kabuloang dan SPPG Karema Dua, di Pengadilan Negeri (PN) Mamuju, Sulawesi Barat pada hari kamis (25/06/26).
Gugatan perdata ini dilayangkan untuk menuntut pihak BGN segera membuka kembali pembekuan sementara (suspend) operasional kedua dapur yang telah berlangsung selama empat bulan terakhir.
Selain menuntut pembukaan kembali fasilitas operasional, pihak pengelola juga menuntut ganti rugi materiil yang bernilai cukup besar. Saat ditemui wartawan di PN Mamuju, Ketua Yayasan Insan Sehat Lestari sekaligus pemilik kedua dapur, Andi Muhammad Amin, menegaskan poin tuntutannya keuangan tersebut.
“Saya juga gugat soal berupa ganti rugi 6 juta rupiah per hari yang tidak terbayarkan oleh pihak BGN yang diperkirakan mencapai 900 juta rupiah,” ungkap Andi.
Langkah hukum ini diambil karena Andi menilai dampak kerugian yang dialami yayasannya sudah sangat meluas dan melibatkan banyak pihak. Menurutnya, keputusan sepihak dari BGN ini telah memutus rantai mata pencaharian dan kerja sama yang telah dibangun.
“Kerugian akibat di suspend dua dapur ini banyak unsur diantaranya, relawan, mitra dan penerima manfaat.Saya sebagai pemilik yayasan sudah mengeluarkan anggaran untuk dua dapur sebesar 4 milyar rupiah,” jelas Andi Muhammad Amin.
Hingga saat ini, pihak yayasan mengaku masih belum mendapatkan kejelasan mengenai alasan mendasar di balik keputusan BGN yang membekukan operasional mereka sejak Maret lalu.
Padahal, kedua dapur tersebut tercatat sudah beroperasi secara aktif dan normal selama sembilan bulan. Andi mengaku pihaknya selalu kooperatif terhadap segala teguran atau evaluasi yang diberikan.
“Kami pemilik dapur sudah membenahi semua unsur unsur yang diminta oleh pihak BGN saat dapur tersebut di suspend. Namun kami tidak tau kenapa pihak BGN belum membuka dua dapur yang di Suspend. Dapur yang di Suspend tersebut sudah beroperasi selama 9 bulan,” ujarnya.
Dampak sosial dari penutupan ini dirasakan langsung oleh 94 relawan yang kini kehilangan lapangan pekerjaan dan terpaksa menganggur. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sebagian relawan terpaksa beralih profesi menjadi buruh harian lepas, sementara sebagian lainnya terpaksa sepenuhnya berharap pada penghasilan suami yang juga bekerja sebagai buruh harian.
Saking krusialnya nasib dapur ini bagi para pekerja, puluhan relawan MBG sengaja mendatangi PN Mamuju untuk mengawal dan mendengar secara langsung jalannya persidangan perdana yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 10.00 WITA.
Namun, persidangan tersebut terpaksa tertunda lantaran pihak tergugat dari Badan Gizi Nasional belum juga hadir di pengadilan. Setelah menunggu lama tanpa kepastian, puluhan relawan akhirnya meninggalkan PN Mamuju dengan perasaan kecewa yang mendalam.
Kekecewaan ini disuarakan langsung oleh salah seorang relawan yang hadir, Citra Arafah. Kepada awak media, ia mengungkapkan betapa mendesaknya pembukaan kembali tempat kerja mereka demi menyambung hidup.
“Kami sangat kecewa kenapa sidang gugatan perdana pihak BGN belum juga dimulai. Kami sangat berharap agar dapur MBG tempat kami bekerja secepatnya dibuka kembali,” ujar Citra.
Kini, puluhan relawan tersebut hanya bisa menggantungkan asa agar pihak BGN segera membuka kembali dapur MBG tersebut agar mereka dapat kembali bekerja seperti semula.
Pewarta IndigoNews: Irham Siriwa
Mamuju, IndigoNews | Semangat kemerdekaan terus dikobarkan. Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SD...
Mamuju, IndigoNews | Aliansi Pemuda Peduli Keadilan (APPK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas...
Pinrang, IndigoNews | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanud...
Mamuju, IndigoNews | Polresta Mamuju menggelar konferensi pers terkait keberhasilan penangkapan sala...
Mamuju, IndigoNews | Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...
Mamuju, IndigoNews | Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Barat kembali menggelar agen...
Mamuju, IndigoNews | Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat menghadiri pembukaan Penilaian Kompetensi Analis Hukum yang digelar secara ...
Mamuju, IndigoNews | Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat berhasil melakukan penyelamatan kerugian keuangan negara sebesar Rp 3 miliar. Peng...
Mamuju, IndigoNews | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Barat, Sunu Tedy Maranto, menyebut layanan Apostille...
Mamasa, IndigoNews | Kejaksaan Negeri Mamasa resmi menetapkan dan menahan tiga orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengel...
JAKARTA, IndigoNews| Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) menggelar pertemuan dengan pengurus Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indon...

No comments yet.