Mamuju, IndigoNews | Jagat maya di Sulawesi Barat dihebohkan dengan beredarnya video viral aksi pengeroyokan terhadap seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di jalan poros Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju. Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian memastikan kasus ini sudah masuk dalam ranah hukum.
Kasi Humas Polresta Mamuju, Ipda Herman Basir, membenarkan peristiwa kekerasan yang menimpa siswi SMP Negeri 1 Bonehau tersebut. Menurutnya, keluarga korban telah resmi melayangkan laporan ke Mapolresta Mamuju.
“Kami membenarkan kejadian pengeroyokan tersebut. Kejadiannya berlangsung siang hari, dan tadi malam pihak keluarga korban sudah langsung melaporkan kasus ini ke Polresta Mamuju,” ujar Herman Basir saat memberikan keterangan, Jumat (8/5/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi pengeroyokan ini melibatkan tiga orang terduga pelaku yang diketahui merupakan pelajar dari SMA di Bonehau. Pemicu utama pengeroyokan diduga kuat karena adanya ketersinggungan akibat ucapan di media sosial.
“Motif para pelaku melakukan pengeroyokan karena merasa tersinggung dengan kata-kata atau ucapan tidak wajar yang disampaikan korban melalui media sosial,” jelas Herman.
Akibat aksi kekerasan tersebut, korban mengalami luka cukup serius dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
“Kondisi korban mengalami luka bengkak pada bagian pelipis kanan serta kelopak matanya, sehingga saat ini sedang dalam perawatan medis,” tambahnya.
Saat ini, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mamuju telah bergerak cepat dengan memeriksa sejumlah saksi serta korban.
Pihak kepolisian juga menjadwalkan pemanggilan terhadap terduga pelaku untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Penyidik telah memeriksa saksi dan korban. Langkah selanjutnya, kami akan menindaklanjuti dengan menghadirkan para terduga pelaku,” pungkas Kasi Humas Polresta Mamuju.
Pewarta IndigoNews : Irham Siriwa
No comments yet.