IndigoNews • Apr 17 2026

Mamuju, IndigoNews | Sukses mengawal pendaftaran Kopi Kurrak asal Polman, Kantor Wilayah Kemenkum Sulawesi Barat kini mengalihkan fokus untuk memproteksi potensi lokal lainnya.
Saat ini, pendampingan intensif tengah dilakukan terhadap Kopi Robusta dan Arabika Mamasa guna mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG).
Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sulbar, Saefur Rochim, menyatakan bahwa langkah ini merupakan strategi kunci untuk mendongkrak nilai jual komoditas daerah.
Menurutnya, perlindungan kekayaan intelektual akan memberikan posisi tawar yang lebih kuat bagi produk Mamasa di kancah global.
“Label Indikasi Geografis bukan sekadar sertifikat, melainkan jaminan kualitas, reputasi, dan keaslian produk. Kami ingin petani kopi di Mamasa mendapatkan kepastian hukum sekaligus peningkatan taraf hidup melalui nilai ekonomi yang lebih tinggi,” jelas Saefur, Jumat (17/4/2026).
Dalam sesi pendampingan secara daring, Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Hidayat Yasin, memaparkan peta jalan pendaftaran IG di Sulawesi Barat.
Ia menargetkan sertifikat resmi untuk kedua jenis kopi Mamasa tersebut sudah bisa diserahkan pada bulan Agustus mendatang.
“Ini akan menjadi pencapaian besar dalam memperkuat identitas wilayah serta mendorong ekonomi kreatif berbasis komoditas lokal,” tambah Hidayat.
Gunawan, pendamping IG dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, menekankan bahwa kecepatan proses harus dibarengi dengan akurasi data. Dokumen permohonan wajib memuat detail yang komprehensif, meliputi:
Di sisi lain, tantangan teknis dalam penyusunan dokumen diakui oleh akademisi Politani Pangkep, Reta. Saat ini, tim ahli tengah bekerja keras mengumpulkan data sejarah, analisis kesuburan tanah, serta melakukan uji sampel kopi dari berbagai titik di Kabupaten Mamasa untuk memastikan validitas dokumen.
“Kami memastikan akan terus bersinergi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan Kopi Mamasa meraih perlindungan hukum yang layak sesuai jadwal yang telah dicanangkan,” tutup Saefur Rochim.
Mamuju, IndigoNews | Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPC PERMAHI) Mamuj...
Mamuju, IndigoNews | Gelombang penolakan terhadap rencana penambangan Logam Tanah Jarang (LTJ) di wi...
Mamuju, IndigoNews | Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama DPRD Provinsi Sulawesi Barat menyepa...
Mamuju, IndigoNews | Pihak keluarga dari remaja laki-laki berinisial F memberikan klarifikasi terbuk...
Mamuju, IndigoNews | Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka memimpin rapat koordinasi daerah...
Mamuju, IndigoNews | Sebuah mobil operasional Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Mamuju me...
Mamuju Tengah, INDIGONEWS | Ketua DPRD Sulbar Amalia Fitri, melaksanakan Hearing Dialog Tahap V bersama masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, s...
Mamuju, IndigoNews | Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat mengikuti rapat koordinasi...
MAMUJU, IndigoNews | Bencana tanah longsor melanda Dusun Tapodede, Kelurahan Mamunyu, Mamuju, pada Senin (27/1/2025) dini hari. Peristiwa ini me...
Mamuju, IndigoNews| Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menghadiri rapat koordinasi (rakor) yang membahas kepatuh...
Mamuju, IndigoNews | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daer...

No comments yet.