Mamuju, IndigoNews | Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPC PERMAHI) Mamuju secara tegas menyatakan komitmennya untuk mengawal ketat penanganan kasus dugaan pelecehan seksual dan pemerasan yang melibatkan oknum anggota kepolisian di wilayah hukum Sulawesi Barat.
Ketua DPC PERMAHI Mamuju, Imam Suritno, S.H., menilai tindakan tercela tersebut tidak hanya mencoreng citra korps Bhayangkara, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
“Kasus pelecehan seksual dan pemerasan yang diduga dilakukan oleh oknum kepolisian ini merupakan bentuk pelanggaran berat terhadap hukum, etika, dan norma kemanusiaan. DPC PERMAHI Mamuju akan mengawal kasus ini hingga tuntas agar korban mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya dan pelaku dihukum berat,” tegas Imam Suritno.
Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan serta pembinaan internal di tubuh kepolisian daerah, yang dinilainya gagal membentuk integritas personel di lapangan.
“Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa Polda Sulbar telah gagal mendidik dan membina anggotanya. Ketika aparat yang seharusnya menjadi pengayom justru berubah menjadi pelaku kejahatan, maka hilang sudah slogan ‘mengayomi dan melindungi masyarakat’ yang selama ini dibanggakan,” lanjutnya.
Atas tindak pidana dan pelanggaran berat tersebut, DPC PERMAHI Mamuju menyampaikan tuntutan resmi:
Penindakan Pidana dan Etik: Mendesak Polda Sulbar dan Bidpropam untuk memproses oknum terkait secara transparan, memberikan sanksi Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH), serta melimpahkan berkas pidananya ke pengadilan tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Perlindungan Korban: Menjamin perlindungan hukum, keselamatan, serta pendampingan pemulihan bagi korban dari segala bentuk intimidasi.
Evaluasi Menyeluruh: Menuntut Kapolda Sulbar melakukan evaluasi total terhadap sistem pengawasan internal dan pembinaan moral jajaran anggotanya agar kejadian serupa tidak terulang.
DPC PERMAHI Mamuju menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap mengonsolidasikan gerakan hukum guna memastikan perkara ini berjalan objektif tanpa intervensi pihak mana pun.
Pewarta IndigoNews: SRW
No comments yet.