IndigoNews • Feb 11 2026

Mamuju, IndigoNews | Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI).
Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri rapat dengar pendapat (hearing) bersama Ketua dan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Barat di Ruang Komisi IV DPRD Sulbar, Rabu (11/2/2026).
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Sulbar, Abdur Rahim, itu membahas hasil monitoring dan evaluasi (monev) bidang kesehatan tahun 2025.
Dalam forum tersebut, dr. Nursyamsi Rahim menyampaikan bahwa meskipun jumlah kematian ibu mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, persoalan ini masih menjadi perhatian serius, khususnya di beberapa kabupaten dengan kasus tertinggi seperti Polewali Mandar dan Majene.
Sejalan dengan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” yang digagas Gubernur Suhardi Duka, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui DKPPKB menjadikan penguatan layanan kesehatan ibu sebagai prioritas utama pembangunan kesehatan daerah.
Kebijakan diarahkan pada langkah preventif, deteksi dini kehamilan berisiko, serta peningkatan mutu layanan persalinan yang aman dan berkualitas.
Dalam paparannya, dr. Nursyamsi Rahim menjelaskan bahwa penyebab utama kematian ibu masih didominasi perdarahan obstetrik, hipertensi dalam kehamilan, serta komplikasi non-obstetri.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan layanan antenatal terpadu, kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, dan optimalisasi sistem rujukan maternal di seluruh wilayah.
“Sebagai langkah strategis, kami telah menetapkan sejumlah program prioritas, di antaranya penguatan layanan PONED dan PONEK, optimalisasi sistem rujukan 24 jam, pelaksanaan Audit Maternal Perinatal secara berkelanjutan, serta fokus intervensi di wilayah prioritas seperti Polewali Mandar dan Majene,” ungkap dr. Nursyamsi Rahim
“Komisi IV DPRD Sulbar menyambut baik komitmen tersebut dan mendorong implementasi kebijakan secara konsisten di lapangan,” ujar Abdur Rahim
Sinergi antara legislatif dan eksekutif diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kematian ibu, melindungi generasi masa depan, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Sulawesi Barat secara berkelanjutan.
Mamuju, IndigoNews |Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi...
Mamuju, IndigoNews| Bidang Advokasi dan Hukum DPD JMSI Sulbar, Ahmad Udin, S.H. menyatakan kecaman k...
Mamuju, IndigoNews | Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Barat (S...
Mamuju, IndigoNews | Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulawe...
Mamuju, IndigoNews |Menindaklanjuti maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di se...
Mamuju, IndigoNews | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) mendorong peningkatan kap...
Jakarta, IndigoNews| Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulawesi Barat (Sulbar), Kombes Pol Wahid Kurniawan, bersama jajarannya mengikuti Ra...
MAMASA, indigonews | Seorang perempuan bernama inisial SM, ditemukan tewas dengan posisi tergantung dengan kain sarung melilit di lehernya. Dala...
Mamuju, IndigoNews | Gubernur Sulbar, Suhardi Duka kembali turun tangan memfasilitasi mediasi terkait polemik yang terjadi antara masyarakat Kur...
Mamuju, IndigoNews | Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat terus menggalakkan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual (KI) bagi s...
Mamuju, IndigoNews | Perguruan tinggi bukan sekadar pusat pengembangan ilmu, melainkan pilar utama dalam membangun sistem hukum yang berpihak pa...

No comments yet.