Mamuju, IndigoNews | Pengprov FORKI Sulawesi Barat menggelar Penataran, Ujian, dan Refreshing Wasit Juri di Wisma Mala’bi, Mamuju, Rabu (29/4/26).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme perangkat pertandingan menjelang Open Turnamen Piala Gubernur pada 19 Juni mendatang.
Ketua Harian FORKI Sulbar, Ahmad Lamo, menegaskan bahwa sertifikasi ini wajib bagi setiap pengadil lapangan.
“Wasit karate harus berlisensi resmi. Ini krusial untuk menjaga integritas pertandingan agar tetap kondusif dan sesuai aturan,” ujarnya.
Sebanyak 45 peserta dari enam perguruan mengikuti pelatihan yang dipandu langsung oleh anggota Dewan Wasit PB FORKI, Prof. Muzakkir. Agenda ini difokuskan pada pembaruan regulasi perwasitan tahun 2026 serta pengaktifan kembali lisensi yang telah habis masa berlakunya.
Ketua Harian FORKI Sulbar, Ahmad Lamo, menegaskan bahwa kepemilikan lisensi bagi wasit dan juri adalah harga mati. Menurutnya, karate adalah olahraga yang mengedepankan disiplin dan aturan main yang ketat, sehingga kualitas pengadil di lapangan menentukan martabat pertandingan.
“Kita adakan penataran ini agar seluruh wasit memiliki bukti lisensi resmi. Di karate, wasit tidak bisa asal memimpin. Berbeda dengan sepak bola di mana wasit yang salah mungkin dikejar pemain lalu lari; di karate, kalau wasit dikejar, mereka pasti melawan karena sama-sama karate. Itulah pentingnya integritas dan pemahaman aturan agar tidak terjadi perselisihan,” ujar Ahmad Lamo dengan nada seloroh namun tegas.
Dengan adanya penyegaran ini, FORKI Sulbar berharap pelaksanaan Open Turnamen bulan Juni nanti dapat dipimpin oleh wasit-juri yang jujur, tegas, dan memahami aturan terbaru demi kemajuan prestasi karate di Sulawesi Barat.
Pewarta IndigoNews : Irham Siriwa
No comments yet.