MAMUJU – Upaya perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) di wilayah Sulawesi Barat terus dipacu. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menyatakan bahwa pihaknya kini tengah fokus membangun kolaborasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Mamasa demi memayungi produk-produk lokal dengan legalitas hukum yang kuat.
Dalam keterangannya pada Jumat (13/02/2026), Saefur Rochim memaparkan sejumlah komoditas asli Mamasa yang mendesak untuk mendapatkan perlindungan hak kekayaan intelektual karena keunikan dan nilai ekonomisnya, yakni:
Kopi Mamasa (Robusta & Arabika): Memiliki profil rasa otentik hasil dari ekosistem pegunungan tinggi Mamasa.
Talas Hitam: Pangan lokal spesifik yang menjadi kekayaan agraris wilayah setempat.
Tenun Mamasa: Produk kriya yang merepresentasikan filosofi mendalam dan warisan budaya turun-temurun.
Gula Aren: Sektor andalan ekonomi kerakyatan yang diproduksi secara tradisional oleh masyarakat.
Langkah menyusun regulasi bersama Pemda Mamasa ini dipandang sebagai bentuk nyata kepedulian negara terhadap hak-hak komunal dan individu atas karya mereka. Saefur menegaskan bahwa Perkada KI bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen vital.
“Perkada KI adalah fondasi strategis untuk memproteksi inovasi serta produk unggulan daerah. Kami berharap regulasi ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan Pemkab Mamasa dalam mengelola kekayaan intelektualnya secara profesional,” terang Saefur.
Melalui legalitas yang jelas, diharapkan produk khas Mamasa tidak hanya terhindar dari potensi klaim sepihak, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas dengan nilai jual yang lebih kompetitif.
Guna mewujudkan hal tersebut, Kanwil Kemenkum Sulbar berkomitmen memberikan pendampingan teknis secara penuh kepada kelompok tani, pengrajin, dan stakeholder terkait di Mamasa, mulai dari tahapan identifikasi hingga proses sertifikasi resmi.
“Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan. Kami ingin masyarakat Mamasa benar-benar memetik manfaat ekonomi dari kekayaan intelektual yang mereka kelola secara mandiri,” tutupnya.
No comments yet.