Jakarta, IndigoNews | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menegaskan komitmennya dalam memastikan perlindungan dan kepastian hukum bagi pemilik hak Kekayaan Intelektual (KI) di wilayah Sulawesi Barat.
Penegasan itu disampaikan saat melakukan koordinasi bersama jajaran di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Jakarta, didampingi Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Hidayat Yasin, Rabu (18/2/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Direktur Penegakan Hukum DJKI, Saefur menyampaikan kesiapan Kanwil Kemenkum Sulbar untuk memperkuat penanganan dugaan pelanggaran KI di daerah, baik di bidang merek, hak cipta, paten, maupun bentuk kekayaan intelektual lainnya.
“Koordinasi ini menjadi langkah konkret untuk menyelaraskan penanganan kasus dugaan pelanggaran KI di Sulawesi Barat. Kami ingin setiap laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur,” ujar Saefur.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Direktur Penegakan Hukum DJKI, Arie Ardian Rishadi, yang didampingi Kasubdit Penindakan dan Pencegahan, Ahmad Rifadi.
Dalam kesempatan itu, Arie Ardian menyatakan dukungan penuh dari pusat, termasuk kesiapan memberikan supervisi dan pendampingan teknis kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Sulawesi Barat. Pendampingan ini diharapkan mampu memastikan proses penegakan hukum berjalan profesional dan efektif.
Selain membahas aspek penindakan, koordinasi juga dilakukan dengan Direktorat Kerja Sama, Pemberdayaan, dan Edukasi DJKI. Beberapa agenda strategis yang dibahas meliputi pembentukan Sentra KI di perguruan tinggi di Sulawesi Barat, inisiasi Peraturan Daerah tentang Kekayaan Intelektual, serta penguatan pendampingan merek kolektif bagi koperasi desa/kelurahan “Merah Putih” guna mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Hidayat Yasin menambahkan bahwa koordinasi lintas direktorat ini dilakukan agar berbagai program prioritas nasional di bidang KI dapat segera diimplementasikan di tingkat wilayah.
“Kami menyasar beberapa direktorat sekaligus agar penguatan merek kolektif, edukasi KI ke kampus, dan program strategis lainnya bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sulawesi Barat,” pungkasnya.
No comments yet.