IndigoNews • Des 18 2024

MAMUJU, IndigoNews | Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamuju kembali menantang Kapolda Sulawesi Barat untuk mendalami kasus peredaran uang palsu yang melibatkan oknum di jajaran Polda Sulbar. Hal ini mencuat setelah sebelumnya Polda Sulbar dianggap berhasil mengungkap kasus yang menyeret oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sulbar.
Kabid Advokasi HMI Cabang Mamuju, Muh Audrey Aqsa, secara tegas mengkritik kinerja Polda Sulawesi Barat yang dinilai kurang transparan dalam menangani kasus uang palsu. Meski kasus tersebut disebut telah dilimpahkan dari Polres ke Polda, hingga kini proses hukum tampak mandek tanpa perkembangan yang jelas.
“Kami sangat kecewa dengan lambannya penanganan kasus ini. Tidak ada konfirmasi atau penjelasan dari Polda Sulbar mengenai perkembangannya. Ini menunjukkan kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan oknum aparat,” tegas Audrey.
Audrey menambahkan, HMI Cabang Mamuju yang sejak awal mengadvokasi kasus ini belum menerima informasi terkait status tersangka atau barang bukti. Hal ini menimbulkan dugaan adanya penutupan kasus, terutama karena kasus-kasus lain yang tidak melibatkan aparat justru diungkap secara terang benderang.
“Kenapa kasus yang melibatkan oknum aparat ini seolah-olah ditutupi, sementara kasus ASN dikejar hingga tuntas? Ini memunculkan pertanyaan, apakah ada perbedaan perlakuan dalam penegakan hukum?” tanyanya.
Audrey juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa mandeknya kasus ini mungkin disebabkan oleh keterlibatan oknum petinggi di institusi Polri. Dugaan ini semakin menguatkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap integritas Polri dalam menegakkan hukum secara adil dan transparan.
“Kasus yang tidak dituntaskan seperti ini tidak hanya merugikan masyarakat tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap Polri. Kami berharap Polri dapat menegakkan hukum tanpa pandang bulu dan menunjukkan komitmennya pada supremasi hukum,” lanjut Audrey.
HMI Cabang Mamuju menegaskan bahwa advokasi ini bukanlah bentuk penentangan terhadap Polri, melainkan upaya untuk mendorong institusi tersebut menjadi lebih efektif, responsif, dan profesional dalam menjalankan tugasnya.
Audrey juga menyoroti dugaan bahwa pelaku penyebaran uang palsu mungkin adalah informan dari salah satu satuan di Polda Sulbar.
Pewarta IndigoNews : Ananda W.
Mamuju, IndigoNews |Menindaklanjuti maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di se...
Mamuju, IndigoNews | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) mendorong peningkatan kap...
Mamuju, IndigoNews | Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPC PERMAHI) Mamuj...
Mamuju, IndigoNews | Gelombang penolakan terhadap rencana penambangan Logam Tanah Jarang (LTJ) di wi...
Mamuju, IndigoNews | Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama DPRD Provinsi Sulawesi Barat menyepa...
Mamuju, IndigoNews | Pihak keluarga dari remaja laki-laki berinisial F memberikan klarifikasi terbuk...
MAMUJU,indigonews | Sekelompok warga pemilik lahan yang berada di Rangas Timur, layangkan protes kepada Perusahaan, pasalnya perusahaan tidak me...
Mamuju, IndigoNews | Menjelang bulan suci Ramadan, harga sejumlah bahan di Pasar Baru Mamuju mengalami lonjakan signifikan. Kenaikan harga ini d...
Mamuju, IndigoNews | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi, sinergi...
Mamuju, IndigoNews| Aparat Polresta Mamuju mengungkap kasus dugaan tindak pidana rudapaksa terhadap anak di bawah umur. Seorang pria berinisial ...
Mamuju, IndigoNews | Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga konsistensi pengelolaan...

No comments yet.