IndigoNews • Jan 08 2026

Mamasa, IndigoNews | Kerusakan parah Jalan Poros yang menghubungkan Desa Pamoseang Pangga–Desa Uhaidao Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, kembali menuai sorotan. Kondisi jalan yang kian memprihatinkan dinilai luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Mamasa maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Jalan poros yang menjadi akses utama warga tersebut dilaporkan rusak berat, berlumpur, dan sulit dilalui kendaraan. Desa Pamoseang Pangga sendiri merupakan salah satu desa terpencil di Kecamatan Aralle yang hingga kini belum tersentuh pembangunan infrastruktur jalan yang memadai.
Berdasarkan video viral, kondisi jalan yang rusak parah menyebabkan aktivitas warga terhambat, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Bahkan, belum lama ini beredar viral di media sosial, seorang warga yang sedang sakit terpaksa ditandu sejauh kurang lebih 10 kilometer untuk mencapai Puskesmas karena kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Menanggapi kondisi tersebut, Riskul Tona, pemuda sekaligus masyarakat Desa Ralleanak Utara, dengan tegas meminta pemerintah daerah dan pemerintah provinsi segera mengambil langkah nyata.
“Kami dengan tegas meminta Pemerintah Kabupaten Mamasa dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk memberikan perhatian khusus dan segera menganggarkan pembangunan Jalan Poros Desa Pamoseang Pangga, Kecamatan Aralle,” tegas Riskul kepada awak media, kamis, (8/1/2025).
Ia juga menyoroti pola janji politik yang kerap disampaikan setiap menjelang Pemilu maupun Pilkada, namun tidak pernah direalisasikan.
“Setiap musim politik, masyarakat hanya disuguhi janji-janji manis. Setelah itu, kami kembali dilupakan,” ujarnya.
Lanjut Riskul, sejumlah desa di sekitar wilayah tersebut telah menikmati pembangunan infrastruktur berupa jalan aspal maupun beton. Sementara Jalan Poros Pamoseang Pangga selama bertahun-tahun tetap berada dalam kondisi rusak tanpa sentuhan pembangunan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.
“80 tahun Indonesia merdeka dan 23 tahun Kabupaten Mamasa berdiri, namun masyarakat Desa Pamoseang Pangga masih merasakan penderitaan akibat ketimpangan pembangunan infrastruktur,” tambahnya.
Masyarakat setempat berharap pemerintah segera turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi nyata yang mereka alami, serta menjadikan pembangunan Jalan Poros Pamoseang Pangga sebagai prioritas anggaran demi mewujudkan keadilan dan pemerataan pembangunan di Kabupaten Mamasa.
Pewarta IndigoNews: Nasaruddin Bani
Mamasa, IndigoNews | Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, meresmikan ruas jalan Urekang–Mambi ya...
Mamasa, IndigoNews| Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Barat, Saefur Rochim...
Mamasa, IndigoNews | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menegask...
Mamasa, IndigoNews | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat (Kanwil Kemenkum Sulbar)...
Mamasa, IndigoNews | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, selaku...
Mamasa, IndigoNews| Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, melaksa...
Mamuju, IndigoNews | Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) melakukan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Sulawesi Barat (S...
Mamuju, IndigoNews | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat (Kanwil Kemenkum Sulbar), Saefur Rochim, menegaskan bahwa proses har...
Majene, IndigoNews | Anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat melaksanakan pemeriksaan protokol n...
Mamuju, IndigoNews | Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Barat memantapkan langkah dalam memperkuat ekosistem Kekayaan Intel...
MAMUJU,indigonews | Sejumlah pemuda asal Desa Lebani, Kecamatan Tapalang Barat, melakukan protes besar terhadap Pemerintah Desa ( Pemdes ) Leban...

No comments yet.