Mamuju, IndigoNews | Kondisi jembatan yang telah lama mengalami kerusakan di Desa Salutiwo, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, kembali mendapat sorotan tajam.
Salah satu pemuda setempat, Ammang, mengkritik keras pemerintah daerah dan desa yang dinilai lambat serta belum memberikan perhatian serius, padahal fasilitas publik tersebut sudah mulai membahayakan keselamatan warga.
Jembatan ini merupakan akses vital bagi aktivitas harian masyarakat, termasuk jalur yang dilalui anak-anak untuk menuju ke sekolah. Ammang menegaskan bahwa kerusakan yang terjadi sudah berlangsung sangat lama dan terkesan dibiarkan tanpa ada upaya perbaikan konkret dari pihak berwenang.
“Jembatan ini sudah lama rusak, tetapi sampai hari ini seperti tidak pernah dilirik oleh pemerintah. Jangan menunggu sampai semakin banyak korban baru kemudian ada tindakan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegas Ammang.
Dampak buruk dari belum tersentuhnya perbaikan ini telah memakan korban. Beberapa anak sekolah dilaporkan sempat terjatuh saat menyeberang, sementara sejumlah pengendara sepeda motor mengalami luka-luka akibat tergores atau terhantam bagian besi jembatan yang mencuat rusak.
Selain menyasar pemerintah daerah, Ammang juga memberi catatan kritis kepada Pemerintah Desa Salutiwo agar lebih aktif dan tidak sekadar bersikap pasif. Pemerintah desa diharapkan mampu mengambil peran garis depan dalam mengawal aspirasi warga ke tingkat pemerintah yang lebih tinggi.
Ammang berharap koordinasi antara pemerintah desa dan daerah dapat segera terbangun demi menghadirkan solusi nyata. Menurutnya, pembiaran infrastruktur dasar seperti ini tidak boleh terus berlanjut karena menyangkut keselamatan jiwa warga dan masa depan mobilitas anak-anak sekolah di Desa Salutiwo.
Pewarta IndigoNews: Irham Siriwa
No comments yet.