IndigoNews • Agu 23 2026

Mamuju, IndigoNews | Pembangunan jalan di depan SD 2 Salutiwo, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menuai sorotan tajam dari kalangan pemuda setempat.
Proyek infrastruktur yang menjadi akses vital warga dan warga sekolah tersebut dilaporkan mangkrak selama hampir satu tahun. Ironisnya, kendati pengerjaan belum rampung 100 persen, beberapa titik jalan yang sudah dicor justru mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik.
Bung Ammang, perwakilan pemuda Desa Salutiwo, menyayangkan lambatnya penanganan proyek tersebut. Menurutnya, kondisi jalan yang menggantung dan memburuk berpotensi merugikan masyarakat serta membahayakan keselamatan para siswa yang melintas setiap hari.
“Persoalan ini bukan hanya mengenai pembangunan jalan yang belum selesai, tetapi juga menyangkut kualitas dan keberlanjutan pekerjaan. Sangat tidak masuk akal ketika proyek belum capai 100 persen, bagian yang dikerjakan malah sudah mulai rusak,” tegas Bung Ammang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kepala Desa Salutiwo berdalih bahwa kendala utama terhentinya proyek pengecoran ini adalah tidak tersedianya alat pemutar semen atau mesin molen. Namun, alasan tersebut dinilai tidak masuk akal oleh pihak pemuda, mengingat waktu penundaan yang sudah memakan waktu hingga satu tahun tanpa ada upaya pencarian solusi konkret dari jajaran pemerintah desa.
Atas kondisi tersebut, Bung Ammang menuntut transparansi penuh dari Pemerintah Desa Salutiwo terkait alokasi anggaran, progres pembangunan, hingga tindak lanjut penanganan alat pendukung pengerjaan.
Pihak pemuda memberikan tenggat waktu selama lima hari kepada pemerintah desa untuk memberikan klarifikasi resmi serta kepastian jadwal penyelesaian proyek.
“Kami memberikan waktu lima hari kepada pemerintah desa untuk memberikan kejelasan. Jika dalam kurun waktu tersebut tidak ada langkah konkret, kami menuntut aparat desa segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terbuka bersama masyarakat dan pelaksana kegiatan,” tambah Bung Ammang.
Kritik yang dilayangkan ini ditegaskan bukan untuk memojokkan pemerintah desa, melainkan sebagai bentuk pengawasan publik terhadap transparansi penggunaan dana desa.
Warga berharap keterbatasan fasilitas alat tidak lagi dijadikan alasan, serta menuntut hadirnya fasilitas publik yang berkualitas, aman, dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Pewarta IndigoNews: Irham Siriwa
Mamuju, IndigoNews | Pagar Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat yang...
Mamuju, IndigoNews | Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekra...
Mamuju, IndigoNews| Bendahara Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, N...
Mamuju, IndigoNews | Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat, Safaruddin, ...
Mamuju, IndigoNews | Upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi ...
Majene, IndigoNews | Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana mewak...
MAJENE,indigonews | Pasca peristiwa berdarah selepas Magrib di rumah Kepala Desa Onang Kecamatan Tubo Sendana Kabupaten Majene pada Minggu malam...
Mamuju, IndigoNews| Penyidik Satreskrim Polresta Mamuju terus menindaklanjuti laporan polisi Nomor 338 atas nama pelapor Aswan Al Farisi, terkai...
MAMUJU, IndigoNews|Tindaklanjuti surat Menteri Kebudayaan, Fadli Zon soal pembentukan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Pela...
Mamuju, IndigoNews | Seorang pria berinisial FDK (30) terpaksa harus berurusan dengan hukum setelah nekat mencuri perhiasan emas seberat 68 gram...
Mamuju, IndigoNews | Memasuki hari kesepuluh pelaksanaan Operasi Antik Marano 2025, Satuan Reserse Narkoba Polresta Mamuju kembali berhasil meng...

No comments yet.