Mamuju, IndigoNews | Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Mamuju melayangkan catatan kritis terkait “tata krama” atau tata kelola kabel utilitas di wilayah perkotaan.
Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi fasilitas publik Kota Mamuju yang dinilai semakin semrawut dan mengancam keselamatan warga.
Pantauan di berbagai sudut Kota Mamuju menunjukkan tumpukan kabel listrik dan telekomunikasi yang dipasang tidak beraturan.
Kabel-kabel tersebut sering kali menjuntai rendah, mengendur hingga ke bahu jalan, bahkan tak jarang menyentuh atap serta pekarangan rumah warga.
Ketua Cabang GMKI Mamuju, Ratno Irawan, menegaskan bahwa pembiaran terhadap kondisi ini dapat membawa dampak fatal bagi keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.
“Kabel yang menjuntai rendah atau ditopang secara asal sangat membahayakan pengendara jalan, terutama kendaraan bermuatan besar, serta meningkatkan risiko korsleting listrik dan kebakaran saat cuaca ekstrem,” ujar Ratno Irawan.
Selain menimbulkan ancaman keselamatan, penataan kabel yang saling tumpang tindih tersebut dinilai merusak pemandangan kota secara signifikan.
Kondisi ini mencerminkan buruknya koordinasi dan lemahnya pengawasan tata ruang oleh pemerintah daerah terhadap para penyedia layanan atau provider telekomunikasi dan listrik.
Oleh karena itu, GMKI Cabang Mamuju menuntut langkah tegas dari Pemerintah Kabupaten Mamuju bersama dinas-dinas terkait. Pemkab Mamuju didesak untuk segera memanggil seluruh jajaran pemilik kabel, baik dari BUMN seperti PLN maupun pihak penyedia jasa telekomunikasi swasta.
Pemanggilan tersebut diharapkan dapat mengarah pada tindakan nyata berupa pembenahan, penertiban, dan penataan ulang seluruh jaringan kabel.
GMKI mendorong agar pemerintah dan penyedia layanan mulai mengalihkan jalur kabel ke sistem bawah tanah atau setidaknya menyediakan tiang berstandar resmi demi keamanan, kenyamanan, dan kerapian Kota Mamuju.
Pewarta IndigoNews: Irham Siriwa
No comments yet.