IndigoNews • Jul 03 2026

Mamuju, IndigoNews | PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar kegiatan Rembuk Tani di Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada Jumat (3/7/2026).
Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Kehadiran Menko Pangan dalam acara tersebut turut didampingi oleh sejumlah kader Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga dikenal sebagai publik figur dan artis ibu kota, di antaranya Eko Patrio, Desy Ratnasari, Verrell Bramasta, Uya Kuya, hingga Pasha Ungu.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan Zulkifli Hasan menekankan bahwa tata kelola logistik pupuk saat ini telah mengalami perbaikan signifikan. Petani kini jauh lebih mudah mendapatkan pupuk bersubsidi karena ketersediaannya yang terjamin kelancarannya bahkan sebelum musim tanam tiba.
Perubahan regulasi ini diharapkan mampu memangkas birokrasi masa lalu yang sering kali dikeluhkan karena membuat pupuk baru datang justru di saat musim panen telah tiba. Selain kemudahan akses, pemerintah juga memberikan stimulus ekonomi langsung bagi para petani.
“Kini pupuk kita dipermudah sehingga lancar, dan ini untuk pertama kali dalam sejarah dengan potongan harga sebesar 20 persen. Pupuk sudah ada sebelum menanam, dan ketersediaan cukup bahkan lebih,” ucap pria yang akrab disapa Zulhas tersebut.
“Dulu pupuk agak mahal harganya, tidak ada diskon kemudian berbelit-belit, sehingga sulit untuk mengurusnya, sehingga pupuknya datang waktu panen, padahal pupuk diperlukan waktu tanam. Nah, sekarang sudah bagus, tadi kita dengar sendiri dari petani.”
Selain persoalan pupuk, Zulhas juga menyoroti reformasi aturan mengenai penetapan harga gabah yang selama ini dinilai merugikan para petani kecil akibat syarat kadar air yang rumit dan manipulatif di lapangan.
“Dulu harga gabah Rp5.500/kg pakai catatan kadar air 14,18. Akhirnya walaupun harga Rp5.500/kg, petani tidak bisa mengukur kadar air, sehingga dibelinya Rp4.000 hingga Rp4.500/kg sehingga petaninya rugi. Lama-lama sawahnya dijual,” ungkap Zulhas.
“Kita telah memperbaiki aturannya, disederhanakan, tidak pakai kadar air. Pokoknya begitu panen langsung dikiloin dan berapa harganya, Rp6.500/kg paling murah. Dan di Mamuju harganya mencapai Rp7.200/kg.”
Melalui penyederhanaan regulasi pupuk serta kepastian harga jual gabah yang menguntungkan ini, pemerintah optimistis sektor pertanian di Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Mamuju, akan bergerak ke arah yang lebih positif dan mandiri.
“Kita berharap dengan adanya perubahan aturan harga gabah, mereka akan lebih makmur dan sejahtera dan menanam lebih giat lagi,” pungkasnya.
Pewarta IndigoNews: Irham Siriwa
Mamuju, IndigoNews | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulnar melalui Dinas Komunikasi, ...
Mamuju, IndigoNews | Bustanul Arifin, warga Desa Tinali, meminta Kantor Pertanahan/ATR-BPN membuka r...
Mamuju, IndigoNews | Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamuju sukses menyelenggarakan Konferensi...
Mamuju, IndigoNews | Sebanyak 25 warga Kelurahan Simboro, Kabupaten Mamuju, terindikasi terlibat dal...
Mamuju, IndigoNews | Proyek pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat...
Mamuju, IndigoNews| Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) terus memperluas jangkauan p...
MAMUJU, IndigoNews | Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menghadiri musyawarah daerah II Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) di Hotel...
Mamuju, IndigoNews | PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar kegiatan Rembuk Tani di Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Su...
Mamuju, IndigoNews | Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat (Kemenkum Sulbar) terus memperkuat tata kelola layanan administratif dan fa...
Mamuju, IndigoNews | Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO BADKO Sulselbar Koordinator Wilayah Sulawesi Barat mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Ba...
Mamuju, IndigoNews | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Barat, Sunu Tedy Maranto bersama Kadiv P3H John Batara Manika...

No comments yet.