Mamuju, IndigoNews | Kakanwil Kemenkum Sulbar, Saefur Rochim, menegaskan bahwa pengelolaan komunikasi publik yang berkualitas harus didukung oleh sistem pemantauan media yang terstruktur.
Hal ini penting agar informasi mengenai kinerja dan layanan Kemenkum dapat diterima masyarakat secara cepat, akurat, dan transparan.
“Tim humas harus terus meningkatkan kapasitasnya dalam memantau pemberitaan di berbagai platform. Tujuannya agar setiap dinamika informasi dapat direspons dengan tepat dan cepat,” ujar Saefur, Selasa (10/3/2026).
Menindaklanjuti arahan tersebut, Ketua Tim Humas, Muh Kasim, bersama jajaran humas Kanwil Kemenkum Sulbar mengikuti Sosialisasi Media Monitoring yang digelar secara virtual oleh Biro Hukum, Komunikasi Publik, dan Kerja Sama Sekretariat Jenderal Kemenkum.
Acara ini juga diikuti oleh berbagai unit kerja eselon I seperti DJKI, BSK, PP, dan BPHN, serta pengelola kehumasan dari seluruh Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Indonesia.
Kepala Biro Hukerma Kemenkum, Ronald Lumbuun, dalam arahannya menekankan bahwa sinergi dengan mitra pemantauan media (PT Kurasi) sangat vital untuk menjaga citra positif institusi.
“Humas adalah wajah organisasi. Baik atau buruknya citra Kemenkum di mata publik sangat bergantung pada kualitas komunikasi yang dijalankan oleh masing-masing unit,” tegas Ronald.
Menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah (2026), seluruh jajaran humas diinstruksikan untuk menyelaraskan narasi publik. Berdasarkan arahan Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) Pemerintah, seluruh publikasi terkait layanan mudik wajib menyertakan tagar tematik #NyamanBersama.
No comments yet.