Mamuju, IndigoNews | Aksi unjuk rasa yang digelar ratusan massa di depan Polresta Mamuju, Sulawesi Barat, berakhir ricuh pada Senin (12/1/2026). Bentrokan antara aparat kepolisian dan massa aksi tidak terhindarkan, hingga menyebabkan sejumlah anggota polisi mengalami luka-luka.
Pantauan di lokasi, massa aksi yang memadati ruas jalan di depan Mapolresta Mamuju sempat melakukan aksi dorong dengan aparat. Situasi memanas ketika massa ingin membakar ban untuk kesekian kalinya tapi dihalangi pihak kepolisian, serta adanya pelemparan benda keras.
Aparat kepolisian yang berjaga terpaksa melakukan tindakan pengendalian massa menggunakan tameng dan water cannon untuk membubarkan kerumunan.
Massa dipukul mundur hingga ke pemukiman warga. Dari depan Polresta Mamuju di jalan KS Tubun hingga ke jalan Pontiku.
Aksi ini adalah aksi kedua buntut dari adanya anggota oknum kepolisian yang memukuli peserta demo PPPK di kantor bupati, Senin, (05/1/2026).
Dalam orasinya, salah satu orator massa aksi menyampaikan tuntutan mereka,
“Kami datang menuntut terkait apa yang terjadi kepada teman kami, oleh karena segera menindak tegas oknum yang telah melukai teman kami. Copot Kapolres Baru” ujar salah seorang orator
Akibat kericuhan tersebut, pihak kepolisian mengamankan dua orang massa aksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Selain itu, beberapa unit sepeda motor milik massa aksi turut diamankan karena diduga terkait dengan insiden kerusuhan.
Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, mengungkapkan bahwa bentrokan tersebut mengakibatkan 11 anggota kepolisian mengalami luka-luka, dengan dua di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
“Sebelas anggota polisi alami luka, dua di antaranya dilarikan ke rumah sakit. Sempat ada anggota yang dipukuli pada saat mengatur lalu lintas,” ujar Iptu Herman Basir.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Mapolresta Mamuju mulai kembali kondusif.
Pewarta IndigoNews: Wahyu Ananda
No comments yet.