IndigoNews • Feb 03 2026

Salah satu pangkalan ojek Offline yang masih bertahan di tengah banyaknya ojek Online, (3/2/2026). (F/Nasaruddin)
Mamuju, Indigonews |Ketiadaan regulasi yang jelas di Kabupaten Mamuju membuat adanya persaingan antara tukang ojek pangkalan dan ojek berbasis aplikasi. Di lapangan, kondisi ini berdampak langsung pada penurunan pendapatan pengemudi ojek offline, sementara praktik perebutan penumpang terus terjadi tanpa pengawasan yang tegas dari pemerintah.
Berdasarkan pantauan jurnalis Indigonews di lapangan, penurunan pendapatan dirasakan langsung oleh para tukang ojek offline yang setiap hari menunggu penumpang di pangkalan. Mereka mengaku kerap kehilangan pelanggan akibat penumpang yang diambil oleh ojek online di luar mekanisme aplikasi.
Salah seorang tukang ojek, Ca’li yang akrab disapa Charli, mengungkapkan kegelisahan yang dirasakan bersama rekan-rekannya.
“Kami sangat resah. Pendapatan kami terus menurun. Banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya adanya oknum ojek online yang mengambil penumpang kami, padahal tidak melalui aplikasi,” ujar Charli, Selasa, (3/2/2026).
Menurut Charli, para tukang ojek offline tidak menolak kemajuan teknologi. Namun, mereka berharap adanya keadilan dan aturan yang jelas agar tidak terjadi saling rebut penumpang di lapangan.
“Kami hanya ingin sama-sama hidup. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Mamuju dan semua elemen bisa memperhatikan kami, menjadi penengah, dan kalau bisa membuat aturan agar ojek offline dan online bisa mendapatkan penghasilan yang layak,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Nasir, tukang ojek offline lainnya. Ia menjelaskan bahwa para ojek pangkalan tetap bertahan di titik masing-masing untuk menunggu penumpang yang datang secara langsung, termasuk warga yang hendak berobat.
“Di Mamuju sudah banyak ojek pakai aplikasi. Kami ini tetap di pangkalan. Tapi sering penumpang yang datang ke pangkalan kami justru diambil ojek online,” ungkap Nasir.
Nasir menilai perlu adanya kesepahaman di antara kedua pihak. Menurutnya, ojek online seharusnya mengantar penumpang sesuai titik tujuan dalam aplikasi, lalu memberi ruang bagi ojek pangkalan untuk melanjutkan pelayanan.
“Itu pelanggan saya. Harusnya ojek online mengantar sesuai aplikasi saja, setelah itu biar kami yang di pangkalan mengantar kembali. Kalau ada aturan, semua pasti bisa tertib,” tegasnya.
Meski sempat terjadi gesekan di lapangan, para tukang ojek offline menegaskan tidak menginginkan konflik berkepanjangan. Mereka justru berharap ada jalan damai agar roda ekonomi kecil tetap berputar tanpa menimbulkan permusuhan.
“Kami tidak mau saling tegur apalagi bertengkar. Kami hanya ingin keadilan. Kalau pemerintah hadir dan membuat aturan, kami yakin ojek offline dan online bisa berdampingan,” pungkas Nasir.
Kini, harapan besar disematkan kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju untuk segera mengambil langkah bijak, mempertemukan kedua belah pihak, dan melahirkan solusi yang adil. Sebab di balik jaket lusuh dan motor tua itu, ada keluarga yang menggantungkan hidup dari setiap tarikan gas di jalanan.
Pewarta IndigoNews : Nasaruddin Bani
Mamuju, IndigoNews | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat melakukan pe...
Mamuju, IndigoNews | Pelayanan publik di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Mamuju ...
Mamuju, IndigoNews| Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf...
Mamuju, IndigoNews | Persatuan Gerakan Pemuda Mahasiswa (PGPM) Mamuju secara resmi melayangkan serua...
Mamuju, IndigoNews | Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka secara resmi menandatangani Kesepakatan Be...
Mamuju, IndigoNews | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) mendorong pemanfaatan dan...
Mamuju, IndigoNews | Semangat Hari Bhayangkara ke-80 semakin terasa di Polresta Mamuju. Kapolresta Mamuju Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi didampi...
MAMUJU, indigonews | Kasus Kekerasan terhadap anak di bawah umur di Sulawesi Barat (Sulbar) sangat memprihatinkan. Hal ini didorong bisa menjadi...
Mamuju, IndigoNews |Menindaklanjuti maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah titik wilayah Kabupaten Mamuju, Polre...
Mamuju, IndigoNews | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menegaskan pentingnya pengembangan kompetensi sumber...
Mamuju, IndigoNews | Koordinator Perancang Peraturan Perundang-undangan Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Barat menyebut berk...

No comments yet.