Mamuju, IndigoNews| Rumah jabatan Wakil Bupati Mamuju kini menjadi sorotan publik. Bangunan yang dikabarkan segera ditempati oleh wakil bupati itu justru diduga belum didukung infrastruktur dasar yang memadai, yakni sistem drainase atau saluran pembuangan air.
Berdasarkan pantauan langsung wartawan Indigonews pada Ahad malam (5/7/2026), saluran drainase di depan pagar rumah jabatan tersebut tampak tidak lagi berfungsi.
Kondisinya bahkan nyaris rata dengan permukaan tanah akibat tertutup sedimentasi, sehingga tidak mampu mengalirkan air sebagaimana mestinya.
Ironisnya, kawasan tersebut dikenal sebagai titik yang rawan tergenang.
Hujan dengan intensitas rendah saja sudah cukup membuat air menggenangi area di depan rumah jabatan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan pemerintah dalam memastikan fasilitas kedinasan strategis memiliki infrastruktur dasar yang layak dan berfungsi.
Padahal, drainase merupakan komponen vital dalam setiap bangunan pemerintahan.
Selain berfungsi mengalirkan air hujan untuk mencegah genangan dan banjir, keberadaan saluran yang berfungsi baik juga menjadi indikator kualitas penataan lingkungan dan pemeliharaan aset daerah.
Jika kondisi ini dibiarkan, genangan air tidak hanya mengganggu akses keluar-masuk rumah jabatan, tetapi juga berpotensi mempercepat kerusakan infrastruktur di sekitarnya serta menimbulkan persoalan lingkungan.
Situasi tersebut pun layak menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Mamuju agar segera melakukan pembenahan sebelum rumah jabatan resmi dihuni.
Pewarta IndigoNews: Siriwa
No comments yet.