IndigoNews • Feb 04 2026

Kondisi SDN Kurungan Bassi saat ini terlihat gedung tidak terawat dan halaman yang ditumbuhi Rumput liar. (4/2/2026). (F/Nasruddin )
Mamuju, Indigonews | Penutupan Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kurungan Bassi dinilai sebagai dampak dari bergesernya pemukiman penduduk yang sebelumnya berada di sekitar lingkungan sekolah.
Dalam pantauan wartawan IndigoNews di lokasi, Senin, (2/2/2026) bangunan SDN Kurungan Bassi masih tampak berdiri kokoh dan utuh.
Terlihat tidak ada kerusakan berarti pada fisik gedung, namun halaman dan area sekitar sekolah dipenuhi rumput liar yang merambat hingga mendekati bangunan, yang menandakan sekolah tersebut sudah lama tidak difungsikan.
Dari pantauan, letak SDN Kurungan Bassi ini berada jauh dari jalan utama dengan akses jalan yang rusak, serta tidak terlihat adanya pemukiman penduduk yang padat di sekitarnya.
Data dari kemendikdasmen.go.id sekolah yang berNPSN 40600438, didirikan sejak 2001. Izin operasional yang tar upload pada data tersebut pada tahun 2020.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju, Haedar, Rabu, (4/2/2026). Ia mengatakan hal ini terjadi karena adanya perpindahan penduduk di wilayah sekitar sekolah dalam kurun waktu proses pembelajaran berlangsung.
“Memang adanya perpindahan penduduk dalam kurun waktu masa proses pembelajaran,” ujar Haedar.
Ia menambahkan, seluruh penduduk yang sebelumnya tinggal di sekitar wilayah SDN Kurungan Bassi telah berpindah mendekati wilayah SDN Padang Baka.
Untuk memastikan hak pendidikan siswa tetap terpenuhi, pihak Disdikpora mengambil kebijakan dengan menitipkan para siswa di SDN Padang Baka, meski dengan kondisi gedung yang berbeda dan seadanya.
“Semua penduduk yang ada dekat wilayah sekolah pindah di dekat wilayah sekolah SDN Padang Baka, sehingga siswa yang ada kami carikan jalan agar tetap bisa melakukan proses belajar,”terangnya.
Lanjut Haedar, mereka memutuskan untuk menitipkan di sekolah SDN Padang Baka dengan gedung berbeda seadanya.
“Awalnya ada penolakan dari warga, tetapi melalui mediasi dan pendekatan, Alhamdulillah warga dapat menerima,” ungkapnya.
Pewarta IndigoNews: Nasaruddin Bani
Mamuju, IndigoNews | Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka melantik Dewan Sumber Daya Air (...
Mamuju, IndigoNews | Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (KominfoSS) Sulawesi Bara...
Mamuju, IndigoNews | Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana memimpin apel ...
Mamuju, IndigoNews | Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar dzikir dan doa bersama di Rumah Ja...
Mamuju, IndigoNews | Sekretaris Provinsi Junda Maulana mewakili Gubernur Sulbar Suhardi Duka membuka...
Mamuju, IndigoNews | Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK) resmi membuka pameran b...
Polewali Mandar, IndigoNews | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Menurut Saefur Rochim, menyebut pentingnya pemetaan peratu...
Mamuju, IndigoNews | Gubernur Suhardi Duka secara resmi melepas Petugas Pendamping Ibadah Haji (PPIH) Tahun 2026 Provinsi Sulawesi Barat di R...
Mamuju, IndigoNews | Tim Resmob Sat Reskrim Polresta Mamuju kembali menunjukkan kinerjanya dengan berhasil mengamankan seorang pria berinisial...
Mamuju, IndigoNews| M. Khalil Gibran, SH resmi dilantik sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Barat. Pelantika...
Mamuju, IndigoNews | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menegaskan komitmen jajarannya dalam mendukung pelak...

No comments yet.