IndigoNews • Okt 09 2025

Polman, IndigoNews | Dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dan sebagai upaya pelestarian budaya dan tradisi di tanah Mandar, dilaksanakan acara Festival Pammunuang (Maulid) di Taman Budaya dan Museum Sulawesi Barat (Sulbar) Buttu Ciping di Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Acara berlangsung selama dua hari, yang pembukaan nya pada Rabu, 8 Oktober 2025, dihadiri sejumlah Kepala OPD lingkup Pemprov Sulbar serta undangan lainnya.
Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Sulbar, Bau Akram Dai, yang hadir menyaksikan rangkaian acara di hari pertama, mengatakan tradisi Maulid di tanah Mandar memiliki unsur budaya yang khas. Menurutnya, kekhasannya itu menjadi hal yang menarik perhatian masyarakat baik dalam maupun mereka yang di luar Sulbar.
“Kegiatan Maulid di Tanah Mandar ini unik, bukan hanya soal peringatan maulidnya namun rangkaian acara di dalamnya punya tradisi yang kuat khas masyarakat Mandar. Ada kegiatan saeyyang pattu’du, lomba tiri, dan rebana yang biasanya berisi barzanji yang dilantunkan,” kata Bau Akram.
Bau Akram juga mengatakan, atraksi budaya dalam acara Pammunuang seperti itu tentu menarik minat masyarakat untuk menyaksikan langsung. Apalagi, untuk kegiatan di Buttu Ciping, acara dikemas dalam bentuk Festival Pammunuang.
“Acara teman-teman di Dinas Pendidikan ini dikemas dalam bentuk festival, tentu semakin menarik bagi masyakarat. Atraksi budaya yang ditampilkan menarik perhatian banyak orang sehingga makin banyak pengunjung ke Buttu Ciping ini,” jelasnya.
Bagi Bau Akram, kegiatan keagamaan dengan tradisi budaya khas menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Apalagi di acara Pammunuang tersebut juga akan diisi pentas seni budaya serta serasehan budaya.
“Ragam kegiatan yang menarik, apalagi ada pentas seni. Pelibatan pelaku ekonomi kreatif (ekraf), khususnya sub sektor seni, musik, kuliner, seni pertunjukan, menciptakan peluang bagi teman-teman pelaku ekraf ini. Membuka kesempatan bagi mereka untuk berkarya. Harapannya ada manfaat ekonomi yang bisa dirasakan oleh semua,” tuturnya.
Kadis Pariwisata Sulbar menegaskan hal tersebut sejalan dengan program Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur, Salim S Mengga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
“Jadi jelas bahwa kehadiran lintas instansi di kegiatan kebudayaan menjadi wujud sinergi pemerintah daerah dalam mendorong pelestarian budaya, sekaligus pengembangan pariwisata dan ekraf berbasis budaya,” pungkasnya.
Pewarta IndigoNews: Wahyu Ananda
Polewali Mandar, IndigoNews| Aroma dugaan penyimpangan anggaran di lingkup Sekretariat Dewan Perwaki...
Polewali Mandar, IndigoNews | Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat melalui Bidang Pelayan...
Polman, IndigoNews| Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Tanaman Pangan, Ho...
Polewali Mandar, IndigoNews| Ribuan warga memadati Rumah Putih Palippis, kediaman Ketua Komisi I DPR...
Polewali Mandar, IndigoNews| Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menghadiri kegiatan sosialisasi pe...
Polewali Mandar, IndigoNews| Suasana khidmat sekaligus haru mewarnai kegiatan Safari Ramadhan Pemeri...
Mamuju, IndigoNews |Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menyampaikan bahwa dalam rangka meningkatkan Nilai IR...
Mamuju, Indigonews | Menjelang bulan suci Ramadan, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Mamuju dipastikan dalam kondisi stabi...
Mamuju, IndigoNews | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menekankan pentingnya peningkata...
Mamuju, IndigoNews| Tim Resmob Polresta Mamuju telah mengamankan seorang tenaga pendidik berinisial S (40), yang diduga melakukan pencabulan ter...
Mamuju, IndigoNews | Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat kembali menorehkan capaian dengan meraih predikat Sangat Baik pada Evaluasi...

No comments yet.