IndigoNews • Mar 17 2025

Zaki Mubarak, Kasi Intel Kejari Majene, (F/Udin).
Majene, IndigoNews| Penyidikan dugaan korupsi dalam pengadaan kapal Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Majene oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene memasuki tahap baru.
Tim penyidik Kejari Majene telah menerima hasil analisis dari ahli yang dilibatkan dalam penyelidikan kasus tersebut. Skandal dugaan korupsi yang terjadi pada tahun 2022 ini melibatkan anggaran sebesar Rp2,1 miliar.
“Progresnya sampai saat ini, dari dua ahli yang dilibatkan, satu di antaranya telah menyelesaikan analisisnya,” ungkap Kasi Intel Kejari Majene, Zaki Mubarak, kepada awak media pada Senin (17/03/2025).
Dalam proses penyidikan, Kejari Majene melibatkan beberapa ahli, termasuk ahli kayu dan ahli perkapalan, untuk menilai kualitas konstruksi, mesin, serta aksesori kapal.
“Keterangan kedua ahli ini harus kami sinkronkan. Setelah itu, akan dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan perhitungan kerugian negara,” jelas Zaki.
Saat ini, Kejari Majene masih menunggu hasil analisis dari ahli kayu sebelum menyinkronkan dengan keterangan ahli perkapalan.
“Sekarang tinggal menunggu keterangan dari satu ahli lagi. Jika saya tidak salah, ahli yang sudah memberikan hasilnya adalah ahli perkapalan, sedangkan hasil dari ahli kayu masih kami tunggu,” lanjutnya.
Setelah semua keterangan ahli diperoleh, tim penyidik akan melakukan perhitungan kerugian negara dan segera menetapkan tersangka.
“Orientasi kami memang ke arah sana. Sesuai dengan komitmen awal, penyidikan ini akan diselesaikan secepatnya dan seobjektif mungkin. Namun, kami masih dalam tahap mengumpulkan bukti, termasuk keterangan ahli,” tegas Zaki.
Diketahui, Kejari Majene telah mengantongi nama tersangka dalam kasus ini. Namun, pihaknya belum dapat mengungkapkan identitas tersangka sebelum alat bukti dinyatakan cukup, termasuk keterangan ahli dan perhitungan kerugian negara.
“Kami belum bisa mengungkapkan nama tersangka selama alat bukti belum mencukupi. Salah satu yang masih kami perlukan adalah keterangan ahli serta perhitungan kerugian negara. Namun, kami tetap berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini,” kata Zaki.
Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Majene, Benny Siswanto, juga telah mengonfirmasi bahwa penyidik telah mengantongi nama calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kapal DKP Majene.
“Sudah ada calon tersangka, tetapi kami belum bisa menyampaikannya ke publik. Mengenai waktu pengumuman, kami belum dapat memastikan,” ujarnya dalam wawancara usai audiensi dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene pada Rabu (26/02/2025).
Benny menegaskan bahwa Kejari Majene mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menetapkan tersangka, guna memastikan aspek hak asasi manusia (HAM) dan kepastian hukum terpenuhi.
“Kami belum bisa mengumumkan sebelum yakin semua aspek hukum telah terpenuhi,” tambahnya.
Pewarta IndigoNews : Sapruddin
Majene, IndigoNews | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, didampin...
Majene, IndigoNews | Kepala Desa Ulidang, Kecamatan Tammerro’do, Kabupaten Majene, Supriadi menyam...
Majene, IndigoNews |Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Barat terus memperkuat komi...
Mamuju, Indigonews | Sebanyak 198 orang dari total 258 calon Paralegal telah melaporkan hasil aktual...
Majene, IndigoNews | Polres Majene mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian kendaraan bermoto...
Polewali Mandar, IndigoNews | Cipayung Plus Polewali Mandar menyoroti serius persoalan limbah dapur ...
Mamuju, IndigoNews| Pemprov Sulbar kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) Tube...
Mamuju, IndigoNews | Dalam rangka menindaklanjuti hasil pertemuan Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka dengan beberapa kementerian di ...
Sulbar, IndigoNews | Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Polda Sulbar) menggelar Operasi Keselamatan Marano 2025 yang berlangsung selama 14 hari, ...
PASANGKAYU, indigonews | Pasca adanya dugaan tindakan penganiayaan yang dialami oleh korban yang tak lain Sekretaris Kesbangol Pasangkayu berana...
MAMUJU,indigonews | Kasus dugaan perzinahan dan perselingkuhan yang sudah 7 bulan ditangani Polresta Mamuju, kembali menjadi sorotan. Pasalnya, ...

No comments yet.