POLMAN, indigonews | Dugaan money laundry yang terjadi di tubuh RSUD Kabupaten Polewali Mandar ( Polman ), menjadi isu strategis saat puluhan pemuda asal Polman yang mengatasnamakan Jaringan Aktivis kerakyatan (Jaksar), menggelar unjuk rasa di depan kantor Kejati Sulbar. 29/11/24.
Puluhan massa aksi yang berasal dari Kabupaten Polman itu, melakukan orasi secara bergantian dengan membentangkan spanduk protes dengan tulisan meminta kepada Direktur RSUD Polman dan Kabag Umum diperiksa.
Aksi unjuk rasa dengan membakar ban yang berlangsung di pintu masuk gerbang Kejati Sulbar, dijaga ketat pihak Kepolisian
Koordinator aksi Santoso, menyebutkan bahwa RSUD Polman adalah salah satu alat yang sangat urgen untuk pelayanan masyarakat pada umumnya. Dan sangat dibutuhkan dalam melakukan proses perawatan pelayanan kesehatan yang bermutu. Dan Berkualitas serta menjunjung tinggi nilai nilai keadilan tanpa diskriminasi.
Mengapa perihal ini yang menjadi tuntutan, kata Santoso, sebab dengan kondisi daerah yang defisit. Serta Banyak hal yang bisa menjadi kebutuhan lain yang tak kalah penting.
“ Justru kami duga. Banyak nya anggaran RSUD yang dikelola langsung oleh pihak RSUD Andi Depu Polman melalui Anggaran Badan Layanan Unit Daerah ( BLUD) dan DAK dikelola dengan tidak transparan.” ungkapnya
Sejumlah tuntutan massa aksi kepada Kejati Sulbar diantaranya adalah :
1. Desak Kejaksaan Tinggi Sulbar untuk memanggil dan memeriksa pejabat elit RSUD Andi Depu Polman, dalam hal ini Direktur dan Kabag Umum yang diduga telah melakukan tindak pidana pencucian uang yang bersumber dari dana BLUD (Badan Layanan Unit Daerah) Serta Dana DAK (Dana Alokasi Khusus) pada Tahun 2022 , 2023 Dan 2024.
2. Mendesak Kejaksaan tinggi Sulawesi Barat, untuk memeriksa semua speak Alkes yang ada Di RSUD Andi Depu Polman, yang Bersumber Dari Dana BLUD dan DAK yang Diduga Beberapa item Unit Alkes Yang tidak sesuai dengan Spek (Alkes Bodong)
3. Mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat, untuk mengaudit aliran dana dan harta kekayaan Direktur RSUD Andi Depu Polman.
Pewarta indigonews : Habibur Khaliq
No comments yet.